Berdasarkansirah Nabawiyyah, berikut adalah urutan lengkap silsilah Nabi Muhammad Saw jalur ayah sampai dengan nabi Adam As. Adam. Silsilah diatas sebagaimana keterangan yang tertulis dalam kitab al-Sirah Nabawiyyah, Imam Ibnu Hisyam berikut ini: هَذا كِتَابُ سِيْرَةِ رَسُوْلِ اللهِ صلي الله عليه Secaraumum, mungkin kita hanya mengetahui nasab atau silsilah Nabi Muhammad SAW sampai ke kakeknya, yaitu Abdul Muthallib. Padahal jika dirunut lebih jauh, Nabi Muhammad SAW adalah keturunan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Adam AS. Untuk memudahkan kita dalam memahaminya, nasab Nabi Muhammad SAW dibagi menjadi tiga bagian. SilsilahNabi Adam sampai ke para raja dan wali di tanah Jawa Watch Now. TERUNGKAP!! Silsilah Keturunan Raja JAYABAYA hingga Nabi Adam Watch Now. MENGUNGKAP CIRI KETURUNAN PRABU SILIWANGI YANG MASIH ADA HINGGA SEKARANG nama asli dari prabu siliwangi sendiri adalah anjeng Shri Baduga Maharaja Prabu Jayadewata. Kebanyakan dari kita mungkin Inilahsilsilah nabi syits hingga ke prabu siliwangi dan ulasan lainnya yang berkaitan erat dengan topik silsilah nabi syits hingga ke prabu siliwangi serta aneka informasi dunia misteri yang Anda butuhkan. Adam merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan derajatnya. Ia diutus untuk LirikLagu "SILSILAH NABI" by FARUKSong "SIDNAN NABI" (Cinta Rosul)Music by Kreasi Rebana Nusantara (Akun Youtube/ Kreasi Rebana Nusantara)Lagu ini Hanya Ber Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Silsilah Prabu Siliwangi Sampai Nabi Adam Silsilah Nabi Adam sampai ke para raja dan wali di tanah Jawa Menceritakan silsilah Nabi sampai ke para Wali dan raja di Jawa Mari disimak mudah-mudahan bermanfaat. Watch Now TERUNGKAP!! Silsilah Keturunan Raja JAYABAYA hingga Nabi Adam Watch Now MENGUNGKAP CIRI KETURUNAN PRABU SILIWANGI YANG MASIH ADA HINGGA SEKARANG nama asli dari prabu siliwangi sendiri adalah anjeng Shri Baduga Maharaja Prabu Jayadewata. Kebanyakan dari kita mungkin tidak mengenal nama asli prabu ... Watch Now Sil-Silah Keturunan Nabi Harus diketahui Ust Adi Hidayat Ceramah Ust Adi Hidayat Sil-Silah Keturunan Nabi yang Harus diketahui Adi_Hidayat Onta. Watch Now Inilah silsilah 43 generasi dari Nabi Adam ke Nabi Muhammad Saw - 2017- hijrah sunnah Inilah silsilah 43 generasi dari Nabi Adam ke Nabi Muhammad Saw - 2017- ust adi hidayat- hijrah sunnah. Watch Now Garis Keturunan Nabi Berikut ini adalah silsilah keluarga dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. Subscribe ya gaes. Watch Now PRABU KIAN SANTANG & SAYYIDINA ALI Beragam versi berkembang di tengah masyarakat mengenai cerita Raden Kian Santang, yang merupakan salah satu putera dari Prabu Siliwangi. Dalam satu ... Watch Now Legenda Asal Mula Siluman Harimau. PLEASE SUBSCRIBER. Watch Now SUBHANALLAH !!! Inilah Ayat Al Qur'an Tentang Nyi Roro Kidul.. Nyi Roro Kidul adalah sosok legenda yang begitu populer di kalangan masyarakat Jawa dan Bali. Sosok ini digambarkan sebagai seorang ratu penguasa ... Watch Now Renungan 03 Sejarah Sunda dan Gunung Padang Siapakah Orang Sunda itu? Banyak tumbuh kesadaran untuk kembali mencari akar, leluhurnya, karuhunnya, tak terkecuali bagi kebanyakan orang Sunda. Watch Now Mengenal Keturunan Sultan Banten Diceritakan Keturunan Sedarah Dan juga Ciri Fisik dari pada Keturunan Tsb. Watch Now 4 ISTRI RAJA JAWA PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH NUSANTARA1 Satu Share Dan Like Sangat Bermanfaat Buat Channel Ini* TOP INFO Menyajikan Informasi Berupa Fakta Dan Kejadian Yang Ada Di Indonesia Maupun Dunia, ... Watch Now Sejarah Asal Mula Nama Kerajaan Pajajaran - Prabu Siliwangi Kisah Prabu Siliwangi sangat dikenal dalam sejarah Sunda sebagai Raja Pajajaran. Salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu ... Watch Now Budha adalah seorang NABI ? Ustadz Abdul Somad Apakah betul Budha adalah juga seorang NABI dari Para Nabi ALLAH ta\'ala ? Simak Ceramah Ustadz Abdul Somad, LC. MA / UAS Kajian ini tidak bermaksud ... Watch Now Ternyata Islam, Ini Nama Asli Kapitan Pattimura - Ustadz Adi Hidayat LC MA Pasca kemerdekaan, banyak sejarah Indonesia yang miss, taua tidak sesuai dengan aslinya. Anehnya, kejadian sejarah yang salah tersebut dianut dan ... Watch Now SILSILAH KH Ahmad Dahlan & KH Hasym Asy'ari SILSILAH KH Ahmad Dahlan & KH Hasym Asy\'ari. Watch Now 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID mnd590k_rP721yyabQsroiyQeKO-MclfLFhqM1SmKuwfjmLiUBMaVg== - Inilah silsilah prabu siliwangi sampai nabi adam, pembahasan tentang aneka hal yang erat kaitannya dengan silsilah prabu siliwangi sampai nabi adam serta keajaiban-keajaiban dunia sejumlah artikel penting tentang silsilah prabu siliwangi sampai nabi adam berikut ini dan pilih yang terbaik untuk Anda.…, lalu para malaikat sangat memuliakan Nabi Adam as , kemudian Nabi Adam as pelan – pelan berkuranglah tinggi beliau . Musonif Abdur Razaq . Dari……itu tidaklah berarti bahwa nabi-nabi hanya sejumlah 25. Sebelum Nabi Muhammad SAW, Allah mengutus nabi dan rasul kepada setiap bangsa. Nabi Ibrahim AS adalah bapak dari 18 orang nabi, yaitu……mana pun Adam berada, maka Tuhan memerintahkan Adam untuk menghadapkan wajahnya ke arah Ka’bah ketika Adam hendak menyembahNya. Hari demi hari pun dilewati Adam beserta Siti Hawa di tanah yang……pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal. Sebagai Amtim Rishi resi terakhir. Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan Nabi-Nabi yang……pengingat terhadap pendamping setianya, siluman Harimau Putih. Asal Mula Nama Prabu Siliwangi Kapan Prabu Pamanah Rasa menggunakan nama Prabu Siliwangi? Dari sejarahnya, nama Prabu Siliwangi dipakainya setelah memutuskan untuk memeluk……andalan Kerajaan Galuh Padjajaran pada saat itu. Kujang menjadi pegangan raja-raja besar Galuh Padjajaran seperti Prabu Lingga Buana, Prabu Niskala Wastu Kencana, Prabu Dewa Niskala, Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi,……bahwa setelah menderita sakit selama 11 hari, Nabi Adam wafat. Ketika masih sakit, Nabi Adam berwasiat kepada Syith untuk menggantikan posisi kepemimpinannya. Nabi Adam juga mengingatkan Syith untuk menjaga kerahasiaan……Nabi Adam merasa berdukacita dan kemudian Allah berfirman maksud-Nya “Wahai Adam, pergilah menunaikan haji kepada Kaabah Allah.” Maka pergilah Nabi Adam, dan setiap bekas jejak kakinya itu menjadi hutan rimba……haruslah diisi dengan penunaian semua perintah Tuhan. Ada TIGA pengulangan yang dilakukan Adam terhadap Ka’bah hingga akhirnya Adam benar-benar meninggalkan Ka’bah. Setiap pengulangan mengisahkan betapa kekuatan dan daya upaya Adam…Demikianlah beberapa ulasan tentang silsilah prabu siliwangi sampai nabi adam. Jika Anda merasa belum jelas, bisa juga langsung mengajukan pertanyaan kepada MENARIK LAINNYAmanfaat pohon kaboa, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin, 9 gunung suci di jawa SILSILAH PRABU SILIWANGI SILSILAH PRABU SILIWANGI TI KAWIT 1. Nabi Adam Nabi Syis Anwar Nur cahya 4. Sangyang Nurasa5. Sangyang Wenang6. Sangyang Tunggal7. Sangyang Manikmaya8. Brahma9. Bramasada10. Bramasatapa11. Parikenan12. Manumayasa13. Sekutrem14. Sakri15. Palasara16. Abiyasa17. Pandu Dewanata18. Arjuna19. Abimanyu20. Parikesit21. Yudayana22. Yudayaka23. Jaya Amijaya24. Kendrayana25. Sumawicitra26. Citrasoma27. Pancadriya28. Prabu Suwela29. Sri Mahapunggung30. Resi Kandihawan31. Resi Gentayu32. Lembu Amiluhur33. Panji Asmarabangun34. Rawisrengga35. Prabu Lelea maha raja adi mulya 36. Prabu Ciung Wanara37. Sri Ratu Dewi Purbasari38. Prabu Lingga Hyang39. Prabu Lingga Wesi40. Prabu Susuk Tunggal41. Prabu Banyak Larang42. Prabu Banyak Wangi 43. Prabu Mundingkawati 44. Prabu Wastu Kencana / Prabu Siliwangi I45. Prabu Anggalarang 46. Raden Pamanah rasa / bergelar Sri Baduga Maha Raja / Prabu Siliwangi II / Prabu Jaya dewata / Prabu Elang Jangkung / Waliyullah Jaya Dewata / Sunan Gunung Galunggung Upami Bade ngajugjugan Ziaroh ka makam-na mangga kantun Ka Puncak Gunung Galunggung di Tasik Malaya di eta luhur gunung aya batu patilasan tapa-na kholwat-na , sakaligus janten ciri makam-na mung katelah-na diditu mah Prabu Elang Jangkung / Sunan Gunung Galunggung nyatana gelar sanes-na ti Raden Pamanah Rasa Prabu Siliwangi .....mung omat teu kenging dijantenkeun bisnis...boh tempatna atanapi sanes kantenna....sakitu amanah ti wargi2 simkuring mah.....sampurasunnnnn........... Nara Sumber Yuda Nurganiy Sari IX SARSILAH RUNDAYAN SUNAN GUNUNG JATI VERSI BANY HASYIM SARENG BANY SUNDAWIY SARSILAH SUNAN GUNUNG JATI RADEN SYARIF HIDAYATULLOH DARI PIHAK AYAH VERSI BANY HASYIM ==================================================== NABI MUHAMMAD SAW. nikah dengan SAYYIDAH KHODIJAH AL-KUBRO berputra SAYYIDAH FATIMAH AZ-ZAHRO nikah dengan SAYYIDINA ALI BIN ABY THOLIB KWH. berputra IMAM MAULANA HUSAIN AS. berputra IMAM A`LI ZAINAL ABIDIN AS-SAJJAD , berputra IMAM MUHAMMAD BAQIR , berputra IMAM JA`FAR SHODIQ , berputra IMAM A`LI U`ROIDHY , berputra IMAM MUHAMMAD NAQIIB, berputra IMAM I`SA AR-RUMY , berputra IMAM AHMAD AL-MUHAAJIR , berputra IMAM U`BAIDILLAH , berputra IMAM A`LWI , berputra IMAM MUHAMMAD , berputra IMAM A`LWI TSANI , berputra IMAM A`LI KHOLI` QOSAM , berputra IMAM MUHAMMAD SHOHIB MARBATH , HADRO MAUT, berputra IMAM A`LWI TSALITS , berputra IMAM ABDUL MALIK AZAMATKHON , berputra IMAM ABDULLAH AZAMATKHON , a Puputra IMAM AHMAD SYAH JALAAL AZAMATKHON , berputra IMAM JAMAALUDDIN AKBAR AL-HUSAINI AZAMATKHON , berputra IMAM BARKAT ZAINUL A`LAM AZAMATKHON , berputra IMAM A`LI NURUL A`LAM AZAMATKHON , berputra RAJA ABDULLAH AZAMATKHON , berputra SUNAN GUNUNG JATI RADEN SYARIF HIDAYATULLOH CIREBON SARSILAH SUNAN GUNUNG JATI RADEN SYARIF HIDAYATULLOH DARI PIHAK IBU VERSI KERAJAAN PAKUAN PAJAJARAN ====================================================MAHA RAJA ADI MULYA / RATU GALUH AJAR SUKARESI nikah ka Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga a Puputra PRABU CIUNG WANARA a Puputra SRI RATU PURBA SARI a Puputra PRABU LINGGA HIANG a Puputra PRABU LINGGA WESI a Puputra PRABU SUSUK TUNGGAL a Puputra PRABU BANYAK LARANG a Puputra PRABU BANYAK WANGI / PRABU WANGI ANU TILAR DUNYA TI PERANG BUBAT a Puputra PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA a Puputra PRABU WASTU KENCANA / PRABU NISKALA WASTU KANCANA PRABU SILIWANGI I a Puputra PRABU ANGGALARANG PRABU DEWATA NISKALA RAJA GALUH / KAWALI nikah ka Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis a Puputra SRI BADUGA MAHA RAJA WALIYULLOH JAYA DEWATA RADEN PAMANAH RASA 1459-1521M GELAR PRABU SILIWANGI II NIKAH KA NYIMAS SUBANG LARANG / NYIMAS SEKAR KENCANA BINTI KI GEDENG TAPA a Puputra SYARIFAH MUDA`IM NYIMAS LARA SANTANG a Puputra SUNAN GUNUNG JATI RADEN SYARIF HIDAYATULLOH AZ-ZAMATKHON CIREBON PATILASAN NGAHYANGNA RADEN PAMANAH RASAPRABU SILIWANGI II DI RANCAMAYA ATANAPI RANCAGADUNG Kecap Rancamaya kapanggih dina sababaraha sumber diantarana Carita Parahiyangan, Pustaka, Rayarajya i bhumi nusantara, Deugdeug Pati Jaya Perang, jeung Rajah Waruga Pakuan. Dina Carita Parahiyangan bagian XIX unina "ndah nihan tembey Sang Resi Guru miseuweukeun Sang Haliwungan inya Sang Susuktunggal nu munarna Pakuan reujeung Sanghiyang Haluwési nu nyaeuran Sanghyang Rancamaya. Mijilna ti Sanghiyang Rancamaya Ngaran kula ta Sang Udugbasu, Sang Pulunggana, Sang Surugana, ratu hiyang Banaspati". Saterusna dina bagian XX disebutkrun "disilihan ku prebu nalendraputra premana, inya sang Ratu Jayadéwata, sang mwaktaring Rancamaya, lawasniya ratu telu puluh salapan taun". Dina bagian XIX nu disebutkeun di luhur kacaritakeun yen Rancamaya téh disaeuran atawa diurug ku Sanghiyang Haluwési adina Susuktunggal alatan dina talaga éta aya dedemit banaspati nu ngarana Udugbasu. Pulunggana jeung Suragana; saterusna dina bagian XX disebutkeun Rancamaya téh tempat dipusarakeunana Ratu Jayadéwata Sri baduga Maharaja. Dina Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara kacaritakeun waktu di karaton Cirebon diayakeun gotrasawala ngeunaan sajarah Nusantara, kasebut aya mahakawi utusan ti Rancamaya. Ku disebut sebutna Rancamaya dina sumber sumber heubeul, saheunteuna ngaran tempat eta boga ajén nu penting dina sajarah di tatar Pasundan hususna sajarah karajaan Pajajaran. Diurugna Rancamaya ku Haluwési adina Susuktunggal alatan di dinya aya Banaspati dedemit atawa jurig cai nu sok menta nyawa manusa utamana nonoman. Dina pantun Bogor lalakon "Disaeurna Talaga Rancah Maya" kacaritakeun. di tengah ranca th aya karaton nu ngaran rajana Resi Niskala Nyura Maya. Para ponggawa jeung rahayatna matak pikasieuneun malah sataun sakali sok ménta sapasang rumaha sekar manah keur pimatarameun wadal. Sangkan bisa ngarurug éta karaton, ranca téh ti sisi ka tengahna diurug. Sigana baé anu disebut Ratu Hyang Banaspati di Carita Parahyangan teh nyaeta Resi Niskala Nyura Maya. Dedemit lainna nyaéta Udugbasu, Pulunggana, jeung Suranggana nu kasebut dina Carita Parahyangan sabenerna tokoh- tokoh anu aya dina mitologi wal ayana tatanén, hususna melak paré nu aya dina carita Sulanjana. Ari tokok utamana mah nyaéta Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Dina éta carita Udugbasu mangrupa babai leuweung Pulunggana jeung Suranggana mangrupa manuk piit. Tiluana gawéna ngaruksak paré. Jadi Sabenerna tilu tokoh tadi mangrupa tokok nu di injeum ka panyusun carita Parahyangan. Rancamaya teh hiji talaga pikeun kalangenan kulawarga karajaan. Hiji tempat nu dianggap penting minangka atribut atawa kalengkepan karajaan, nepi dibere gelar kahormatan Sanghiyang. Nya di dinya raja katut kulawargana lalayaran bari sukan-sukan. Alatan diurug mah sigana bae loba nu cilaka waktu lalayaran katurug turug talaga téh jero. Diurugna talaga ku Haluwési kajadianana pastina ogé dina jaman Susuktunggal jadi raja 1382-1482 M, ngan taun sabarahana mah teu kapaluruh. jadi, mangsa Sri Baduga Maharaja 1482-1521 M jadi raja talaga téh geus saat. Dina prasasti Batutulis kasebut Sri Baduga nyieun Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya, ngan hanjakal dimana lokasina heunteu disebutkeun. Ana kitu, naha Sanghiyang Rancamaya ni kasebut dina Carita Parahiyangan teh sarua/idéntik jeung Sanghiyang Talaga Réna Mahawijaya? naha Sri Baduga nyieun talaga séjén gaganti Sanghiyang Rancamaya nu geus di urug alatan angker sarta eta talaga anyar teh tuluy dingaranan Sanghyang Talaga Réna Mahawijaya?. Di Rancamaya oge aya hiji tempat nu disebut Bukit Badigul atawa Sanghyang Padungkulan anu diduga tempat nu diwangun ku Sri Baduga nu disebut gugunungan dina prasasti Batutulis. Bukit Badigul ieu minangka puseur tempat kagiatan kagaamaan di zaman Pajajaran. JENENGAN PRABU SUSUK TUNGGAL AYA 2 TAPI BENTEUN ZAMANNA MAHA RAJA ADI MULYA / RAJA GALUH AJAR SUKARESI nikah ka Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga, a Puputra PRABU CIUNG WANARA, a Puputra SRI RATU PURBA SARI, a Puputra PRABU LINGGA HIANG, a Puputra PRABU LINGGA WESI, a Puputra PRABU SUSUK TUNGGAL, a Puputra PRABU BANYAK LARANG, a Puputra PRABU BANYAK WANGI, a Puputra PRABU LINGGA BUANA, a Puputra PRABU NISKALA WASTUKENCANA + NYIMAS RATNA SAKETI PUTRI RESI SUSUK LAMPUNG, a Puputra PRABU SUSUK TUNGGAL, a Puputra 1. PRABU AMUK MURUGUL RAJA JAPURA 2. NYIMAS KENTRING MANIK + RADEN PAMANAH RASA PRABU SILIWANGI , a Puputra 1. PRABU SURAWISESA / PANGERAN GURU GANTANGAN 2. RADEN GANTANGAN WANGI 3. RADEN GANTANG NAGARA 4. RADEN GANTANG PAKUAN 5. RADEN CEUMEUT / / RD. AMEUT Nara Sumber Raden Pamanah Sari IX Kang JENENGAN PRABU KIAN SANTANG AYA 2 TAPI BENTEUN ZAMANNA MAHA RAJA ADI MULYA / RAJA GALUH AJAR SUKARESI nikah ka Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga, a Puputra PRABU CIUNG WANARA, a Puputra SRI RATU PURBA SARI, a Puputra PRABU LINGGA HIANG, a Puputra PRABU LINGGA WESI, a Puputra PRABU SUSUK TUNGGAL, a Puputra PRABU BANYAK LARANG, a Puputra PRABU BANYAK WANGI, a Puputra PRABU LINGGA BUANA, a Puputra PRABU NISKALA WASTUKENCANA + NYIMAS RATNA SAKETI PUTRI RESI SUSUK LAMPUNG, a Puputra PRABU ANGGA LARANG / PRABU DEWATA NISKALA + NYIMAS DEWI SITI SAMBOJA, a Puputra 1. PRABU SILIWANGI RADEN PAMANAH RASA 2. RADEN RANGGA PUPUKAN JAYA PUPUKAN 1. PRABU SILIWANGI RADEN PAMANAH RASA a Puputra PRABU KIAN SANTANG / RAJA SANGARA/ SANTANG PERMANA DIPUNTANG/ SYEKH MANSUR/ GAGAK LUMAYUNG / SUNAN ROHMAT SUCI GODOG ========================================== MAHA RAJA ADI MULYA / RAJA GALUH AJAR SUKARESI nikah ka Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga, a Puputra PRABU CIUNG WANARA, a Puputra SRI RATU PURBA SARI, a Puputra PRABU LINGGA HIANG, a Puputra 1. PRABU LINGGA WESI 2. CAKRAWATI 2. CAKRAWATI , a Puputra 1. KAKASIH RAJA 2. PRABU KIAN SANTANG Nara Sumber Raden Pamanah Sari IX Kang SABABARAHA VERSI RUNDAYAN ARYA SACANATA ATANAPI PANGERAN ARIA SALINGSINGAN VERSI CIREBON PRABU SILIWANGI RASA , apuputra Mungding sari Ageung / munding sari II , apuputra Munding sari leutik , apuputra Raden Rangga Mantri / Prabu Pucuk Umum + Ratu Parung Ratu Sunyalarang apuputra 1. Pangeran Aria Salingsingan anu kagungan pusaka tombak kaki cuntang barang anu dipasihkeun ka Sunan Gunung jati, numutkeun pamadeugan Pangeran Sulaiman Sulendraningrat bin Pangeran Muhammad Badridin cirebon 2. Sunan Parung Gangsa, apuputra Sunan Wanaperih / Rd. Aria Kikis 3. Dalem Lumaju Agung 4. Dalem Panuntun 5. Dalem Panaekan, sahingga karajaan talaga gabung sareng karajaan cirebon dina taun 1529 M VERSI KARAJAAN TALAGA Raden Rangga Mantri / Prabu Pucuk Umum + Ratu Parung Ratu Sunyalarang apuputra 1. Prabu Haurkuning 2. Sunan Parung Gangsa, apuputra Sunan Wanaperih / Rd. Aria Kikis 3. Dalem Lumaju Agung 4. Dalem Panuntun 5. Dalem Panaekan Pangeran Surawijaya / Sunan Kidul , apuputra Suwarga-Mangunjaya 2. Jaya Wirya 3. Dipati Kusumayuda 4. Mangun Nagara 5. Ratu Tilarnagara Ratu Tilarnagara nikah ka Bupati Panjalu anu jenenganna Pangeran Arya Sacanata anu masih katurunan Prabu Haur Kuning kitu numutkeun versi talaga VERSI PANJALU Pangeran Arya Secanata putra Rahyang Kunang Natabaya / Hariang Kunang Natabaya tina pertikahanna reujeung Nyai Apun Emas, Prabu Rahyang Kunang Natabaya apuputra 1 Raden Arya Sumalah, 2 Raden Arya Sacanata atau Pangeran Arya Salingsingan, jeung 3 Raden Arya Dipanata Nara Sumber Raden Pamanah Sari IX Kang & Raden Brajayudha III Drs. Ki Natapraja WANGSIT/RAMALAN SANGHYANG BOROSNGORA-SYEIKH PANJALU Gunung teu beunang dilebur – [Gunung tidak boleh digunduli] Lebak teu beunang diruksak – [Lereng tidak boleh dirusak Larangan teu beunang dirempak – [Larangan tidak boleh dilanggar] Buyut teu beunang dirobah – [Aturan tidak boleh dirubah] Layar teu beunang dipotong –[ Layar tidak boleh dipotong] Pondok teu beunang disambung – [Pendek tidak boleh disambung] Nyaur kudu diukur – [Bertutur kata harus diukur] Nyablama kudu diungang – [Berkata harus yang benar] Ulah ngomong sageté-geté – [Jangan berbicara seenaknya] Ulah lemék sadaék-daék – [Jangan berucap semaunya] Ulah maling papayungan – [Jangan mencuri perlindungan] Ulah zinah papacangan – [Jangan berzinah ketika berpacaran] Kudu ngadék sasekna nilas saplasna – [Harus memotong sewajarnya – menepas sebaik-baiknya] Mipit kudu amit ngala kudu menta – [Memetik harus pamit – menuai harus minta dulu ] Ngeduk cikur kudu mihatur – [Mengambil kencur harus dengan tutur kata dulu] Ngagedak kudu bewara – [Memotong harus dengan pernyataan] Nu lain kudu dilainkeun – [Yang lain harus dilainkan] Nu ulah kudu diulahkaeun – [Yang tak boleh harus dilarang] Nu enya kudu dienyakeun – [Yang benar harus dibenarkan ] Ulah cueut kanu beureum – [Tidak boleh tertarik kepada yang merah] Ulah ponténg kanu konéng – [Tidak boleh tertarik kepada yang kuning] Karana lamun dirempak – [Karena kalau dilanggar] Matak burung jadi ratu – [Akan busuk menjadi ratu] Matak édan jadi ménak – [Akan édan gila menjadi pejabat] Matak pupul pangaweruh – [Akan habis pengetahuan] Matak hambar komara – [Akan jatuh wibawa] Matak teu mahi juritna – [Akan kalah dalam pertempuran ] Matak teu jaya perangna – [Tidak akan jaya dalam peperangan] Matak sangar ka nagara. – [Akan membawa apes negara.] Nara Sumber Raden Wiraatmadja Sejarah Sumedang Larang PERJALANAN SANG PRABU SILIHWANGI Kisah Prabu Siliwangi sangat dikenal dalam sejarah Sunda sebagai Raja Pajajaran. Salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu Siliwangi adalah kitab yg di tulis dngn menggunakan kuno di dalam selembar kulit Macan putih yg di temukan di desa pajajar Rajagaluh jawa barat. Prabu Siliwangi seorang raja besar pilih tanding sakti Mandraguna,Arif & Bijaksana Memerintah Rakyatnya di kerajaan Pakuan Pajajaran Putra Prabu Anggalarang atau Prabu dewa Niskala Raja dari kerajaan Gajah dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh di Ciamis Jawa barat. Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa. Sejak kecil beliau Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati di kerajaan singapura seblum bernama kota cirebon. Setelah Raden pemanah Rasa Dewasa & sudah cukup ilmu yg di ajarkan oleh ki gedeng sindangkasih. Beliau kembali ke kerajaan Gajah untuk Mengabdi kepada ayahandanya prabu Angga Larang/dewa Niskala. Setelah itu Raden pemanah Rasa Menikahi Putri ki gedeng sindangkasih. Yg bernama nyi Ambet kasih. Ketika itu Kerajaan gajah dalam pemerintahan Prabu dewa Niskala atau prabu Angga Larang sedang dlm masa keemasanya. Wilayahny terbentang Luas dari Sungai Citarum Di karawang yg berbatasan Langsung dengan kerajaan Sunda,smpai sungai ci-pamali berbatasan Dengan Majapahit. Silsilah Prabu Siliwangi sebagai keturunan ke-12 dari Maharaja Adimulia. MAHA RAJA ADI MULYA / RATU GALUH AJAR SUKARESI Menikahi Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga berputra PRABU CIUNG WANARA berputra SRI RATU PURBA SARI berputra PRABU LINGGA HIANG berputra PRABU LINGGA WESI berputra PRABU SUSUK TUNGGAL berputra PRABU BANYAK LARANG berputra PRABU BANYAK WANGI berputra PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA berputra PRABU WASTU KENCANA PRABU NISKALA WASTU KANCANA berputra PRABU ANGGALARANG PRABU DEWATA NISKALA menikahi Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis berputra SRI BADUGA MAHA RAJA PRABU SILIHWANGI/PRABU PEMANAH RASA 1459-1521M Pada suatu Hari Prabu AnggaLarang Geram karna Banyak dari penduduknya di muara jati yg beragama Hindu Pindah keagama Baru yg Dibawa oleh Alim Ulama dari Campa kamboja bernama Syekh Quro Agama tersebut Bernama islam. Maka di Utuslah Beberapa orang kepercayaannya Untuk Mengusir Ulama itu dari tanah jawa. Konon kabarnya,Ulama besar yang bergelar Syekh Qurotul’ain dengan nama aslinya Syekh Mursyahadatillah atau Syekh adalah seorang yang arif dan bijaksana dan termasuk seorang ulam yang hafidz Al-qur’an serta ahli Qiro’at yang sangat merdu suaranya. Syekh Quro adalah putra ulama besar Mekkah,penyebar agama Islam di negeri Campa Kamboja yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih keturunan dari Sayidina Hussen Bin Sayidina Ali Siti Fatimah putri Rosulullah SAW. Sebelum Beliau datang ke tanah jawa sekitar tahun 1409 Masehi,Syekh Quro pertama kali menyebarkan Agama islam di negeri Campa Kamboja ,lalu ke daerah Malaka dan dilanjutkan ke daerah Martasinga Pasambangan dan Japura akhirnya sampailah ke Pelabuhan Muara Jati yg saat itu syahbandar di gantikan oleh ki gedeng Tapa karna Ki gedeng sindangkasih telah Wafat. Disini beliau disambut dengan baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng Jumajan Jati,yang masih keturunan Prabu Wastu Kencana Ayah dari Prabu Anggalarang dan, oleh masyarakat sekitar. mereka sangat tertarik dengan ajaran yang disampaikan oleh Syekh Quro yang di sebut ajaran agama Islam. Sampailah para utusan itu di depan pondokan syech Quro,Utusan itu Menyampaikan Perintah dari Rajanya Agar penyebaran agama Islam di muara jati Harus segera dihentikan. Perintah dari Raja Gajah tersebut dipatuhi oleh Syeh utusan prabu Anggalarang yang mendatangi Syekh Quro,beliau mengingatkan,meskipun ajaran agama Islam dihentikan penyebarannya. tapi kelak, dari keturunan Prabu Anggalarang akan ada yang menjadi seorang Wali Allah. Beberapa saat kemudian beliau pamit pada Ki Gedeng Tapa untuk kembali ke negeri Campa,di waktu itu pula Ki Gedeng Tapa menitipkan putrinya yang bernama Nyi Mas Subang Larang,untuk ikut dan berguru pada Syekh Quro. BerangkatLah Syeh Quro bersama Nyi subang Larang dngn menggunakan Perahu kembali ke negri campa kamboja. Sebagai Seorang putra Raja Beliau tidak Betah tinggal diam di istana,Raden Pamanah Rasa kerap mengembara Menyamar menjadi Rakyat Jelata dari daerah satu ke daerah Lainya,Menolong yg Lemah & Memberantas Keangkaramurkaan. Gemar bertapa & mencari kesaktian, Di dalam salah satu pengembarannya, Ketika beliau hendak beristirhat di Curug atau air terjun,curug itu bernama Curug Sawer yg terletak di daerah Majalengka,Raden pemanah Rasa dihadang oleh siluman Harimau Putih Pertempuran pun tak terelakkan. Raden Pamanah Rasa dan Siluman Harimau Putih yang diketahui memiliki kesaktian tinggi itu pun bertarung sengit hingga Setengah Hari,Namun kesaktian Prabu Pamanah Rasa berhasil memenangi pertarungan dan membuat siluman Harimau Putih tunduk kepadanya. Harimau Putih itu memberi sebuah pusaka yg terbuat dari kulit Macan, Dengan pusaka itu beliau bisa Terbang Laksana burung,Menghilang tak terlihat oleh mata ajian Halimun,berjalan secepat angin Ajian saepi Angin& Bisa Mendatangkan Bala tentara Jin. Harimau itupun memutuskan untuk mengabdi kepada Raden Pamanah Rasa sebagai pendamping beliau. Dengan tunduknya Raja siluman Harimau Putih,maka meluaslah wilayah kerajaan Gajah. Siluman Harimau Putih beserta pasukannya selanjutnya dengan setia mendampingi dan membantu Raden Pamanah Rasa. Salah satunya kala kerajaan Gajah menundukkan kerajaan2 yg Harimau Putih juga turut membantu Raden Pamanah rasa saat kerajaan Pajajaran diserang oleh pasukan Mongol pada Masa kekaisaran Kubilai khan. Karna Jasa-jasa Anaknya yg begitu besar dalam Kejayaan kerajaan gajah,maka diangkatlah Raden pemanah Rasa sebagai Raja kedua di kerajaan tersebut. Prabu Pamanah Rasa pun selanjutnya mengubah nama kerajannya menjadi kerajaan Pajajaran. Yang berarti menjajarkan atau menggabungkan kerajaan Gajah dengan kerajaan Harimau Putih. Seiring meluasnya wilayah kerajaan Gajah,Prabu Pamanah Rasa kemudian membuat senjata sakti yang pilih tanding. Beliau menyuruh Eyang Jaya Perkasa untuk membuat senjata pisau berbentuk harimau sebanyak tiga Buah,Dalam Tiga Warna, yaitu Kuning, Hitam, Putih. Senjata pertama yang berwarna hitam,dibuat dari batu yang jatuh dari langit yang sering disebut meteor, yang dibakar dengan kesaktian Prabu Pamanah Rasa Dalam membentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata tersebut. Senjata Kedua dibuat dari air,api yang dingin,yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning, Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau. Senjata itu selesai dalam waktu tujuh hari. semalam penuh Pengeran Pamanah Rasa memikirkan nama untuk senjata sakti tersebut,tepat ayam berkokok ditemukan nama untuk ketiga barang tersebut,Pisau pusaka itu di beri nama KUJANG Senjata Berbentuk Harimau, dikarenakan Pusaka itu ada tiga,Maka kujang tersebut di beri nama KUJANG TIGA SERANGKAI,yang Artinya BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA. Senjata itu berbentuk melengkung dengan ukiran harimau di gagangnya. Ukiran harimau di gagang Kujang konon sebagai pengingat terhadap pendamping setianya, siluman Harimau Putih. Dan pusaka itu yg kini menjadi lambang dari propinsi Jawa Barat, Beberapa Tahun kemudian Syekh Quro datang kembali ke negeri Pajajaran beserta Rombongan para santrinya,dengan menggunakan Perahu dagang dan serta didalam rombongan adalah,Nyi Mas Subang Larang,Syekh Abdul Maulana Madzkur dan Syekh Abdilah Dargom. Setelah Rombongan Syekh Quro melewati Laut Jawa dan Sunda Kelapa dan masuk Kali Citarum,yang waktu itu di Kali tersebut ramai dipakai Keluar masuk para pedagang ke Pajajaran,akhirnya rombongan beliau singgah di Pelabuhan Karawang. Menurut buku sejarah masa silam Jawa Barat yang terbitan tahun 1983 disebut,Pura Dalem. mereka masuk Karawang sekitar 1416 mungkin dimaksud Tangjung Pura,dimana kegiatan Pemerintaahan dibawah kewenangan Jabatan Dalem..Karena rombongan tersebut,sangat menjunjung tinggi peraturan kota Pelabuhan,sehingga aparat setempat sangat menghormati dan,memberikan izin untuk mendirikan Mushola 1418 Masehi sebagai sarana Ibadah sekaligus tempat tinggal beberapa waktu berada di pelabuhan Karawang,Syekh Quro menyampaikan Dakwah-dakwahnya di Mushola yang dibangunya sekarang Mesjid Agung Karawang .dari urainnya mudah dipahami dan mudah diamalkan,ia beserta santrinya juga memberikan contoh pengajian Al-Qur’an menjadi daya tarik tersendiri di sekitar karawang. Ulama besar ini sering mengumandangkan suara Qorinya yang merdu bersama murid-muridnya,Nyi Subang Larang,Syekh Abdul Rohman,Syekh Maulana Madzkur dan santri lainnya seperti ,Syekh Abdiulah Dargom alias Darugem alias Bentong bin Jabir Modafah alias Ayekh Maghribi keturunan dari sahabat nabi sayidina Usman bin Affan. Berita kedatangan kembali Syekh Quro,rupanya terdengar oleh Prabu Anggalarang yang pernah melarang penyebaran agama islam di muara jati,sehingga Prabu Anggalarang mengirim menutup pesantren Syekh Quro dengan paksa. utusan yang datang itu adalah Putra Mahkota yang bernama Raden Pamanah Rasa. sesampainya di depan pesantren Raden pemanah Rasa tertambat hatinya oleh alunan suara merdu yang dikumandangkan oleh Nyi Subang Larang,”Saat menlantunkan Ayat-ayat Al-Qur’an,” Prabu Pamanah Rasa akhirnya mengurungkan niatnya untuk menutup pesantren tersebut. Atas kehendak yang Maha Kuasa Prabu Pamanah Rasa,menaruh perhatian khususnya pada Nyi Subang Larang yang cantik dan merdu suaranya. Beliau pun menyampaikan keinginanya untuk mempersunting Nyi Subang Larang sebagai permaisurinya. Pinangan tersebut diterima tapi,dengan syarat mas kawinnya yaitu Lintang Kerti Jejer Seratus,yang di maksud itu adalah simbol dari Tasbeh yang merupakan alat untuk berdzikir. Selain itu,Nyi Subang Larang mengajukan syarat lain agar kelak anak-anak yang lahir dari mereka harus menjadi Raja. seterusnya menurut cerita,semua permohonan Nyi Subang Larang disanggupi oleh Raden Pamanah petunjuk Syekh Quro,Prabu Pamanah Rasa segera pergi ke Mekkah. Di tanah suci Mekkah,Prabu Pamanah Rasa disambut oleh seorang kakek penyamaran dari Syekh Maulana Jafar Sidik. Prabu Pamanah Rasa merasa keget,ketika namanya di ketahui oleh seorang Kekek itu, bersedia membantu untuk mencarikan Lintang Kerti Jejer Seratus dengan syarat harus mengucapkan Dua Kalimah Prabu Pamanah Rasa denga tulus dan ikhlas mengucapkan,Dua Kalimah makna pengakuan pada Allah SWT,sabagai satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan, Muhammad adalah utusannya. Semenjak itulah,Prabu Pamanah Rasa Atau prabu silihwangi masuk agama Islam dan menerima Lintang Kerti Jejer Seratus atau Tasbeh,mulai dari itu,Prabu Pamanah Rasa diberi ajaran tentang agama islam yang sebenarnya. Setelah itu Prabu Pamanah Rasa segera kembali ke Kraton Pajajaran,Untuk melangsungkan pernikahannya denga Nyi Subang Larang waktu terus berjalan maka pada tahun 1422 M,pernikahan di langsungkan di Pesantren Syekh Quro dan dipimpin y oleh Syekh Quro. Hasil dari pernikahan tersebut mereka dikarunai 3anak yaitu Walangsungsang/kian santang 1423 Masehi Mas Rara Santang 1426 Masehi Sangara 1428 Masehi. Nama Silihwangi pun & dikenal sebagai raja yang mencintai rakyatnya. Dia meminta agar pajak hasil bumi tidak memberatkan rakyat. Dia juga mengatur pemerintahan dengan cukup baik sehingga Pajajaran disegani. Kemudian Prabu Silihwangi Menikahi putri Prabu Susuktunggal Raja dari kerajaan Sunda,yg bernama KENTRING MANIK MAYANG SUNDA Jadilah antara Raja Sunda dan Raja Galuh yang seayah ini menjadi tahun 1482 , Prabu Dewa Niskala menyerahkan Tahta Kerajaan Galuh kepada puteranya Raden pemanah Rasa atau Jaya Dewata. Demikian pula dengan Prabu Susuktunggal yang menyerahkan Tahta Kerajaan Sunda kepada menantunya iniJayadewata. Dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1482 itu, kerajaan warisan Wastu Kencana berada kembali dalam satu tangan. PRABU SILIHWANGI. Beliau memutuskan untuk berkedudukan di Pakuan sebagai "Susuhunan" karena ia telah lama tinggal di sina menjalankan pemerintahan sehari-hari mewakili mertuanya. Sekali lagi Pakuan menjadi pusat pemerintahan. Zaman Pajajaran diawali oleh pemerintahan Prabu Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja prabu silihwangi yang memerintah selama 39 tahun 1482 - 1521. Pada masa inilah Pakuan Pajajaran mencapai puncak perkembanganya. Gemah Ripah Loh Jinawi,Daerah kekuasaanya sepertiga pulau Jawa yg terbentang Luas dari ujungkulon sampai ke Dataran tinggi Dieng jawa ini kala itu di sebut tataran Sunda. Singkat Cerita Setelah Prabu Silihwangi di tinggal nyi Subang Larang ke Rahmat Allah,istri yg paling di cintainya. Beliau mulai Melupakan islam yg pernah di ikrarkanya,Beliau lebih Memilih Kembali Memeluk Agama yg di Anut leluhurnyasunda wiwitan. Sedangkan Raden Walangsungsang yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad saw. Lalu,ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pangeran walangsungsang lahir dikeraton Pajajaran bertepatan dengan Tahun 1423 Masehi. Pada masa mudanya ia memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik, kurang lebih 17 tahun lamanya ia hidup di Istana Pajajaran. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi kepada Syekh Nurjati, seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati,Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Resi Danuwarsi. Kemudian Beliau pergi menuju Gunung Dihyang di Padepokan Resi Danuwarsih, masuk wilayah Parahiyangan Bang Wetan. Resi Danuwarsih adalah seorang Pendeta Budha yang menjadi penasehat Keraton Galuh, ketika Ibukota Kerajaan masih di Karang Kamulyan Ciamis. Sulit dibayangkan bagaimana keteguhan Sang Pangeran yang muslim, berguru kepada seorang Pendeta yang secara lahiriah masih beragama Budha. tp Mungkin saja secara hakiki sang Danuwarsih sudah Islam meskipun tingkah lakunya masih Hindu-Budha. Tetapi yang Jelas kedatangan Putra Sulung Prabu Siliwangi di Padepokan Gunung Dihyang disambut suka cita oleh pendeta Danuwarsih. Dan untuk menyempurnakan kegembiraan tersebut, sang Guru menikahkan putri satu-satunya yang bernama Endang Geulis. Darinyalah lahir seorang putri yang bernama Nyai Mas Pakungwati yang kelak kemudian hari menjadi permaisuri Kanjeng Sunan Gunung jati. Begitupun Rara santang adik Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agama nabi,Rarasantang amat bersedih hati ditinggalkan pergi oleh kakaknya. Ia terus menerus menangis. Jerit hatinya tak tertahankan lagi hingga akhirnya ia pun pergi meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Lalu, Prabu Siliwangi mengutus Patih Arga untuk mencari sang putri. Ia tidak diperkenankan pulang jika tidak berhasil menemukan Rarasantang. Namun, usaha Patih Arga sia-sia belaka karenanya ia tidak berani pulang. Akhirnya, ia mengambil keputusan mengabdi di negeri Tajimalela. Sementara itu, perjalanan Rarasantang telah sampai ke Gunung Tangkuban-perahu dan bertemu dengan Nyai Ajar Sekati. Rarasantang diberi pakaian sakti oleh Nyai Sekati sehingga ia bisa berjalan dengan cepat. Nyai Sekati memberi petunjuk agar Rarasantang pergi ke gunung Cilawung menemui seorang pertapa. Di gunung Cilawung, oleh ajar Cilawung nama Rarasantang diganti menjadi Nyai Eling dan diramal akan melahirkan seorang anak yang akan menaklukkan seluruh isi bumi dan langit,dikasihi Tuhan, dan menjabat sebagai pimpinan para wali. Selanjutnya, Nyai Eling diberi petunjuk agar meneruskan perjalanan ke Gunung Merapi. Cerita beralih dengan menceritakan Resi Danuwarsi yang juga dikenal dengan nama Ajar Sasmita,yang tengah mengajar Walangsungsang. Sang Danuwarsi mengganti nama Walangsungsang menjadi Samadullah dan menghadiahi sebuah cincin bernama Ampal yang berkesaktian dapat dimuati segala macam benda. Ketika keduanya tengah asyik berbincang-bincang tiba-tiba datanglah Rarasantang yang serta merta memeluk kakaknya. Di Gunung Merapi, Walangsungsang di nikahkan dengan indang geulis putri dari Resi Danuwarsi. Sesuai dengan petunjuk Resi Danuwarsi, Samadullah beserta istri dan adiknya meninggalkan Gunung Merapi menuju bukit Ciangkup. Indang Geulis dan Rarasantang “dimasukkan” ke dalam cincin Ampal. Di bukit Ciangkup tempat bertapa seorang pendeta Budha bernama Sanghyang Naga,Samadullah diberi pusaka berupa sebilah golok bernama golok Cabang yang dapat berbicara seperti manusia dan bisa terbang. Setelah mengganti nama Samadullah,Sanghyang Naga memberi petunjuk agar Samadullah melanjutkan perjalanan ke Gunung Kumbang menenemui seorang pertapa yang bergelar Nagagini yang sudah teramat tua. Nagagini adalah seorang pendeta yang mendapat tugas dewata untuk menjaga beberapa jenis pusaka kopiah waring,badong bathok hiasan dada dari tempurung, serta umbul-umbul yang harus diserahkan kepada putera Pajajaran. Atas petunjuk Nagagini,Walangsungsang kemudian berangkat ke Gunung Cangak. Nagagini memberi nama baru bagi Walangsungsang, yakni Karmadullah. Ketika tiba di Gunung Cangak, Walangsungsang melihat pohon kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu, tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh. Ia teringat akan pusakanya kopiah waring yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan. Kopiah Waring segera ia pakai, lalu ia mengambil sebatang bambu untuk membuat bubu yang dipasang disalah satu cabang kiara. Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau Sanghyang Bango yang segera mendekati “rakyatnya”. Raja Bango berusaha mengambil ikan dalam bubu, namun ia terjebak masuk ke dalam perangkap dan tak dapat keluar, dan akhirnya ditangkap oleh Walangsungsang. Raja Bango mengajukan permohonan agar tidak disembelih, dan ia menyatakan takluk kepada Walangsunsang serta mengundangnya untuk singgah di istananya guna diberi pusaka. Di dalam istana, Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan menyerahkan benda pusaka berupa periuk besi, piring, serta bareng. Periuk besi dapat dimintai nasi beserta lauk pauknya dalam jumlah yang tidak terbatas, piring dapat mengeluarkan nasi kebuli, sedangkan bareng dapat mengeluarkan bala tentara. Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Gunung Jati. Setibanya di gunung Jati, Walangsungsang menghadap Syekh Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah, dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin. Lalu, Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat. Setelah ilmunya dianggap cukup, Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Walangsungsang memenuhi perintah gurunya. Ia pun berangkat menuju Kebon Pesisir, berikut istri dan adiknya, yang di “masukkan” ke dalam cincin Ampal. Perkampungan baru yang akan dibukanya kelak dikenal dengan nama Kebon Pesisir, sedangkan pesantrennya diberi nama Panjunan. Dalam pada itu, Syekh Datuk Kafi memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi. Selanjutnya,Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Dengan kesaktian Golok Cabang, hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat. Ketika goloknya bekerja membabat hutan, pohon-pohonan roboh dengan mudah, lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan sudah selesai; sementara Walangsungsang tidur mendengkur. Hutan yang dirambah cukup luas sehingga pendatang-pendatang baru tidak perlu bersusah payah membuka hutan. Dalam waktu singkat, pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya,dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan. Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Suatu ketika, ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman, ternyata gurunya, Syekh Datuk Kahfi telah berada disana. Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir,ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya menunaikan ibadah haji ke Mekah. di mekkah kemudian mereka berkenalan dengan patih dari mesir yg sedang mencari permaisuri untuk rajanya,dari perkenalan itu akhirnya raja mesir menikah dengan nyi Rara santang dengan maskawin sorban nabi muhammad saw,Rara santang tinggal di Mesir bersama Suaminya & kian santang Pulang kembali ke pulau Jawa,ketika Rarasantang sedang Hamil tersiarlah kabar Bahwa Raja Mesir Wafat saat berkunjung ke negri Rum di kerajaan saudaranya, Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya,apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan. Rara santang di karuniahi anak kembar yaitu syarif hidayatulloh & syarif Arifin. Ketika Mereka berdua dewasa,tahta kerajaan mesir di turunkan ke pada syarif hidayatullah tapi Beliau Menolaknya dan Memberikanya pada Adik kembarnya syarif Arifin,syarif hidayatullah lebih Memilih Berdakwah ke pulau Jawa di tanah Leluhurnya,Setelah sampai Di muara Jati Beliau Bertemu dengan Walangsungsang,uwaknya yg telah berganti Nama pangeran Cakrabuana,kemudian di Nikahkanlah Syarif Hidayatullah dengan putri Uwaknya yg bernama Nyi mas Pakung Wati. Kemudian Syarif Hidayatullah di Angkat menjadi Waliyulloh dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah. Pada tahun 1479 M, kedudukan Pangeran Cakrabuana sebagai Raja di keraton Pakung wati kemudian digantikan Sunan Gunung Jati,Beliau Lalu Mendirikan Kesultanan Cirebon Sebagai Pusat Penyebaraan Agama islam di tataran Sunda,Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulai oleh Syarif Hidayatullah dengan membentuk Dewan Dakwah Sembilan Wali atau Wali Songo sebagai tokoh Ulama penyebar Agama islam di Jawa. Dan kemudian Syarif Hidayatullah diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka , Kuningan , Kawali Ciamis,Sunda Kelapa , dan Banten. Di Kisahkan,setelah kerajaan2 kecil Bawahan pakuan Pajajaran berhasil di taklukan oleh kesultanan Demak & cirebon,dan rakyat pajajaran hampir seluruhnya masuk islam & para pejabat tinggi pajajaran kebanyakan lari kedaerah banten yaitu daerah badui kabupaten rangkas dan ada yang kegarut serta kecirebon. Rakyat & pembesar kerajaan pajajaran yg tidak mau masuk islam & masih Setia mengikuti ajaran terdahulunya yg Masih Bertahan di kerajaan Padjajaran,keadaan itu Membuat Prabu Siliwangi bersedih hati,ketenangan,kedamaian dan ketentraman batinnya yang slalu bergejolak tentang iman,karna prabu siliwangi bersih keras mengikuti ajaran terdahulunya dan prabu silihwangi tidak mau mengikuti ajaran istrinya meski secara hakiki prabusiliwangi telah masuk islam melalui istri nya yang kedua yaitu nyi subang larang anak ki gedeng tapa. diantara istri dan putra putrinya prabu silihwangi merasa berdosa tidak meneruskan ajaran islam yang pernah diikrarkannya pada sumpah perkawinannya dengan nyi subang larang dengan maskawin berupa tasbih dipondok pesantren syeh Quro dikarawang . Prabusiliwangi merasa malu dengan istri dan putra putrinya serta cucunya yang menjadi waliulloh sunan gunung jati, anak dari Rara santang apa lagi pada waktu itu prabu silihwangi terkalahkan pasukan islam dan rakyat pajajaran hampir seluruhnya masuk islam. Pada Suatu Hari Berkat kesaktiannya, Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya,,Sunan gunung Jati. yg bermaksud ingin Mengajaknya kembali Memeluk islam. Dalam hatinya, ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya. Dengan kesaktian pusakanya, sebilah Ecis, ia berjalan ke tengah alun-alun pajajaran dan membaca mantra aji sikir, lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. Seketika itu,negara dan rakyat Pajajaran lenyap dan Sirna ke Alam ghaib,Pusaka Ecis Itupun berubah pula menjadi rumput ligundi hitam. Syarif Hidayatullah atau sunan gunung jati yang datang kaget karena kerajaan pajajaran beserta Rakyatnya telah hilang berpindah ke Alam Ghaib dan berubah menjadi hutan belantara, Sebelum pergi beliau berucap"Rakyat pajajaran yg bersembunyi di hutan seperti Harimau" Seketika itu pula Perkataan Waliullah di kabulkan oleh Allah swt. Rakyat pajajaran selamanya akan menjadi Harimau sampai Rumput ligundi itu di Cabut. Kegagalan Sunan gunung Jati dalam Mengislamkan kakeknya,Prabu Pangeran Walangsungsang Harus Turun tangan Mengislamkan Ayahandanya,Prabu silihwangi. dengan ilmu Saepi Angin Hanya dalam Sekejap Beliau Melesat ke Pajajaran yg telah Berubah Menjadi Hutan Belantara. Berkat Kesaktian Ajian Trawangan walangsungsang Berhasil Menemukan Ayahandanya,Prabu Silihwangi yg Menggunakan Ajian usaha kian santang pun sia-sia untuk merubah pendirian Ayahandanya,sang prabu tetap bersikukuh tidak mau memeluk sang prabu beserta pengikutnya merubah wujud mereka menjadi Harimau Sebagai bukti bulatnya tekad sang prabu untuk tetap mengikuti Ajaran Leluhurnya. prabu siliwangi pun memilih Menghilang atau ngahyang di kawasan Hutan Sancang ,saat terdesak oleh kejaran putra Sulungnya pangeran walangsungsang yg Bersikeras Mengajak Ayahandanya Untuk Masuk islam. Kerajaan Pajajaran & prabu silihwangi Menghilang bukan berdasarkan perang melawan anak dan cucunya melainkan hanya semata-mata tidak ingin membanjiri darah dengan anak cucunya apa lagi prabu siliwangi adalah ayah yang bijaksana dan Raja yg penuh wibawa pada rakyatnya. Sekian,apabila ada kesalahan saya mohon maaf,apabila terkandung kebaikan semata-mata karna Allah swt & smga bermanfaat untuk kita semua.. Hikayat ini di tulis Berdasarkan -kitab suwasit -Babad tanah karawang -Naskah Martasinga

silsilah prabu siliwangi sampai nabi adam